Sebuah Puisi: Setibanya

 Sebuah Puisi

SETIBANYA


Setibanya ia di pasar

Ia bingung mau beli apa

Ibunya menyuruh beli-beli

Tapi ibunya tidak punya apa-apa

Setibanya di rumah

Ia tidak membawa apa-apa

Ibunya menyuruh berangkat ke pasar lagi

Dan ia lagi-lagi tidak bawa apa-apa

Setibanya di pasar

Ia tidak membawa apa-apa

Ibunya menyuruh berangkat ke pasar lagi

Dan ia lagi-lagi tidak bawa apa-apa

Setibanya di pasar

Ia melihat apa-apa

Ternyata sudah tutup rupanya

Matanya berkaca-kaca

Setibanya di rumah

Ibunya tidak melihat apa-apa

Matanya terpejam lama

Ternyata sudah tutup usia

Matanyapun berkaca-kaca

Sumenep, 29 Januari 2017


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url