Sebuah Puisi: Sepuluh Meter

 Sebuah Puisi

SEPULUH METER


Lagu demi lagu ku nyanyikan

Danau nuansa seribu riak

Menggali sedalam 

Palung lautan


Aroma tanah tercium

Sepuluh meter lagi tak kusa

Sedalam lagi

Sudah tak bisa


Sepuluh meter lagi tercium

Beranda belada rindu

Aroma melati dan mawar

Tertusuk duri tanpa tawar


Sepuluh meter lagi lebih dalam

Bongkahan teka-teki

Tercium lebih kelam


Teka-teki adalah belati

Yang menusuk masa lalu dan masa kini


Sepuluh meter lagi

Kuharap menemukan cinta

Samudera biru yang dirindukan

Disana ada dirimu yang purba

Tertimbun cerita

Yang terkubur dalam pusara


Entah apa yang kutemui

Di sepuluh meter berikutnya

Sumenep, 7 Desember 2016.


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url