Sebuah Puisi: Hujan Yang Genap Kisahnya

 Sebuah Hujan

HUJAN YANG GENAP SEDIHNYA


Jika aku mencintaimu

Maka siapa yang akan mencintaiku

Kalau bukan engkau, melati

Langit sudah tak kuasa

Melihat jiwaku menangis

Laut sudah tak biasa 

Melahap tangisku yang tak habis


Jika cintaku untukmu seorang

Maka siapakah orang yang engkau cintai

Kalau bukan aku, melati

Hujan sudah genap sedihnya

Malam sudah sempurna gelapnya

Jika boleh aku jujur, melati

Engkaulah mengapa hati ini

Tercipta abadi


Sumenep, 7 April 2017.


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url