Sebuah puisi: Air Mata Perlahan Luka

Sebuah Puisi

 AIR MATA PERLAHAN LUKA



Berdebam, ia jatuh tertawa

Lebam, ia luruh seluruh luka

Hitam legam malam ia jumpa

Dalam sepi ini ia bercerita


Menatap langit yang tak pernah sepi

Meratap, menggigit jari-jemari


Lalu air mata perlahan luka

Lagu-lagu perlahan terdengar lara

Lalu ia bermimpi melihat dunia

Kupu-kupu indah juga ada disana


Hingga ia bangun paginya

Bangga ia dengan mimpinya

Sangka ia akan berjumpa

Dengan fajar yang belum sempurna


Tapi fajar nyatanya

Sudah lama menuggu dirinya

 Sumenep, 1 Maret 2017


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url