Sebuah Puisi: Teramat

 Sebuah Puisi

TERAMAT


Teramat untuk jiwa yang hilang

Engkau berenang dalam ruang batinku

Menyelami setiap kenangan

Hingga kepalung-palung rindu


Sudah lama aku berpaling

Tapi tanganku erat

Menggeggam mawarmu

Membuatku terluka

Tahukah engkau?


Tak lama aku menjelma

Menjadi siluman dalam ta ngis

Tak berakal, jiwaku hilang

Tak bernafas juga tak mati

Tak tidur, tak makan

Tak kusangka, tak kusangka

Aku sungguh teramat cinta.


Sumenep, 14 November 2016.


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url