Sebuah Puisi: Jam Tiga Pagi

Sebuah Puisi

 JAM TIGA PAGI


Seperti biasa jam tiga pagi

Kami sudah terjaga

Gedor pintu sana-sini

Itu bukan tabuhan perang

Tapi alarm alami

Yang harus kami sadari


Seperti biasa, jam tiga pagi

Kami sudah terjaga

Mondar-mandir sana-sini

Itu adalah malaikat subuh, kawan.

Yang setia dengan amanah yang diemban


Seperti biasa, jam tiga pagi

Kami sudah terjaga

Menjempu pagi

Itu kewajiban, kawan.

Bertemu dengan

Yang maha 

Pemilik alam.

Sumenep, 4 Februari 2017.


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url