Sebuah Puisi: Duri Yang Rindu

Sebuah Puisi

 DURI YANG RINDU


Di dalam pangkuan hari

Engkau mengaku

Menjadi batu

Daun-daun yang gugur

Temanmu,

Aroma tanah

Aromamu


Ditendang angin 

engkau membisu

menjadi batu

lambat laun engkau

melapuk

menjdai tanah 

yang abu


dihempas waktu

engkau tergugu

kemarau tak henti

membusuk 

menjadi duri 

yang rindu

Sumenep, 29 Januari 2017.


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url