Sebuah Puisi: Di Tepi Darmaga

Sebuah Puisi

 DI TEPI DERMAGA


Di tepi dermaga ia membawa duka di tangannya

Di tepi muka ia merajut hujan di matanya

Di tepi masa ia memanggil kenangan dirinya

Di tepi dermaga ia membuang semuanya

Di tepi senja ia mengadu pada tuhannya

Di tepi gulita ia selami gelap malamnya

Di tepi lara ia terluka sedalamnya

Di tepi cinta ia benci kehadirannya

Di tepi bara ia bakar semuanya

Di tepi dermaga ini ia usai bercerita


Sumenep, 20 januari 2017.


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url