Kemarau abadi

 



KEMARAU ABADI


Relung hatiku tersulam 

Dalam kemarau abadi

Hingga aku menunggu hujan 

Yang tak kunjung menepi 

Bibir waktu telah kemarau

Bersimbah duka di bumi

Suara masa telah parau 

Ditelan cinta yang sunyi 

Aku sungguh tergoda 

Menatap senja hari ini 

Tapi sungguh telah duka

Ditinggal engkau sendiri

Lalu aku hanya bisa 

Bersabar menunggu pagi 


 Sumenep, 6 Maret 2017.



Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url